Rabu, 09 September 2020

 Akankah Masa Depan Cryptocurrency akan cerah?

Beberapa tahun belakangan ini, dunia digemparkan dengan cryptocurrency. Salah satu uang digital ini muncul terdefinisi sebagai aset digital yang juga berfungsi sebagai alat pertukaran. Kondisi cryptocurrency sendiri sempat naik turun setiap tahunnya. Namun bagaimana dengan masa depan cryptocurrency?

Puluhan tahun lalu mungkin masyarakat tidak akan menyangka, bahwa di masa sekarang ini uang akan terdigitalisasi. Uang yang dulunya berbentuk fisik dan sering kali merepotkan, kini sudah semakin ditinggalkan. E-Wallet dan uang digital lain berkembang pesat termasuk salah satunya cryptocurrency.

Akan tetapi sebelum mengulas lebih jauh tentang masa depan cryptocurrency, mari kita berkenalan dulu dengan aset digital satu ini.

Apa itu cryptocurrency?

Cryptocurrency adalah mata uang digital (beberapa negara menganggapnya komditas) yang pembuatannya melalui proses teknik enkripsi dan dikelola oleh sistem jaringan peer to peer. Karena ini mata uang digital, maka cryptocurrency tidak punya versi fisiknya. Anda tidak akan menemukan bentu nyata dari cryptocurrency.

Kelebihan dari cryptocurrency adalah sangat efisien dalam penyimpanan. Anda hanya membutuhkan smartphone atau gadget sejenis untuk menyimpannya. Biaya pengiriman pun gratis, dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja karena semuanya dilakukan secara daring. Tidak seperti uang fisik, resiko kehilangan akan lebih kecil.

Namun meski resiko kehilangan kecil, anda juga harus tetap berhati – hati dengan cryptocurrency anda. Ancaman peretasan tetap ada sehingga keamanan penyimpanan di internet juga tetap harus ditingkatkan.

baru booming dalam beberapa tahun terakhir, nyatanya cryptocurrency sudah ada sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu. Mata uang ini terus berkembang sangat pesat hingga kini sudah memiliki 904 jenis mata uang digital. Cryptocurrency yang pertama dan yang paling terkenal adalah Bitcoin.

seperti mata uang fisik yang sifatnya terpusat, cryptocurrency memiliki sifat terdesentralisasi. Sehingga dengan demikian, cryptocurrency akan menjadi lebih aman. Sifat terdesentralisasi sendiri memiliki arti bahwa persebaran cryptocurrency dilakukan melalui sebuah jaringan atau komunitas tanpa adanya pihak ketiga atau perantara seperti layaknya bank.

ada biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa pihak ketiga seperti halnya uang kertas.

Blockchain

Blockchain adalah platform untuk cyptocurrency. Cryptocurrency sendiri sebenarnya adalah turunan dari kriptografi yang mengarah pada kesepakatan pengguna dan proses penyimpanan dan diamankan oleh sandi. Lalu apa fungsi dari blockchain pada cryptocurrency?

Pada cryptocurrency, blockchain berfungsi untuk menjaga dan mengatur tiap penambahan data yang tersimpan di setiap blok – blok. Blok ini akan saling terhubung dengan membentuk jaringan peer to peer yang terdesentralisasi.

Di dalam blockchain, tiap data disimpan dan tidak dapat lagi diedit. Hal ini akan meningkatkan keamanan dari aset digital crypto karena minim resiko pemalsuan. Teknologi blockchain ini juga yang menambah efisiensi dari mata uang digital dan menjadi masa depan cryptocurrency.

Bitcoin sebagai cryptocurrency paling populer

Di awal sudah dijelaskan bahwa bitcoin merupakan salah satu jenis cryptocurrency yang paling populer. Bitcoin juga adalah jenis cryptocurrency yang muncul pertama kali. Bitcoin memiliki pengaruh yang luar biasa. Bahkan naik turunnya kondisi bitcoin dapat mempengaruhi harga jenis cryptocurrency lainnya.

Bitcoin sendiri diciptakan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto (nama ini sebenarnya adalah nama samara). Beliau berhasil memecahkan persoalan matematika rumit dan menjadikannya mata uang digital dan dipakai hingga saat ini.

Saat  ini, bitcoin sudah menjadi target para investor dunia yang berani ambil resiko. Meskipun popularitasnya sedikit menurun beberapa tahun belakangan, namun investasi bitcoin masih terlihat menggiurkan. Hal ini tak luput dari fakta bahwa harga bitcoin sangatlah labil. Perubahannya sangat drastis bahkan dalam waktu beberapa jam saja.

Selain diperjual belikan sebagai instrument investasi, bitcoin juga dapat berfungsi sebagai mata uang normal. Di internet, sudah banyak pengguna yang bertransaksi menggunakan bitcoin. Baik itu untuk membeli sesuatu, menggaji freelancer, dan lain – lain.

Sayangnya dasar hukum bitcoin di Indonesia sendiri belum jelas alias masih dipertanyakan legalitasnya. Di sini bitcoin juga belum ditentukan apakah termasuk mata uang atau komoditas. Sedangkan di Amerika Serikat sendiri, bitcoin sudah dikelompokkan menjadi salah satu jenis komoditas.

Untuk mendapatkan bitcoin, seseorang harus membelinya atau melakukan transaksi di platform penyedia. Setelah itu menyimpannya di penyimpanan cloud atau bank virtual.

Akan tetapi selain melalui transaksi, cara umum lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bitcoin adalah dengan ‘menambang’ bitcoin. Caranya seseorang harus menyelesaikan persoalan matematika yang sangat kompleks hingga mendapatkan bitcoin dengan jumlah tertentu.

Penambangan bitcoin juga dikenal dengan istilah bitcoin mining. Untuk melakukan ini, dibutuhkan komputer dengan spesifiikasi yang sangat tinggi. Hingga saat ini, diperkirakan masih 50% bitcoin yang berhasil ditambang dari kemungkinan jumlah keseluruhan bitcoin yang tersedia.

Melihat angka tersebut, bagaimanakah masa depan bitcoin? lebih luas lagi, bagaimana masa depan cryptocurrency? Mari kita bahas pada segmen selanjutnya.

Masa depan cryptocurrency

Sejak awal kemunculannya, perjalanan cryptocurrency tidak begitu mulus. Banyak kritikan dan ketidakpercayaan yang datang dari berbagai kalangan. Apalagi jika melihat stabilitasnya sangat rendah. Selain itu, persebaran yang belum merata dan sulit untuk meratakannya menjadi kekurangan dari cryptocurrency.

Meskipun memiliki segudang kelebihan, namun cryptocurrency belum serta merta menggantikan uang fisik yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun bersahabat dengan masyarakat dunia. Kehadiran cryptocurrency yang baru seumur jagung ini dianggap masih menjadi bagian kecil dari sistem pembayaran dunia.

Tapi tidak bisa dipungkiri ,bahwa kehadiran cryptocurrency juga dipandang memiliki prospek sangat cerah oleh beberapa ahli.

Contohnya pendapat dari Marion Laboure, seorang Ekonom dari Harvard University dalam laporan Deutsche Bank terbaru. Beliau menyatakan bahwa dengan kelebihan mata uang kriptografi, diperkirakan adopsi dari mata uang ini bisa meningkat hingga 3 kali lipat pada tahun 2030.

Namun hal itu tidak bisa serta merta terjadi. Beliau juga menyatakan bahwa hal ini bisa tercapai jika mata uang tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah yang memiliki wewenang. Marion Laboure berkata bahwa masa depan cryptocurrency bisa cerah apabila pemerintah memberikan dukungannya layaknya dukungan pada internet.

Pada beberapa puluh tahun ke depan, tidaklah mengherankan jika terdapat lebih banyak jenis cryptocurrency yang muncul. Jika melihat perjalanan selama 11 tahun cryptocurrency tentunya. Saat ini saja, industri perbankan dari berbagai Negara sedang menguji mata uang kripto yang mereka kembangkan sendiri.

Masa depan cryptocurrency juga dapat menggambarkan perang digital dalam beberapa tahun ke depan. Lanjut Marion, negara mana yang bisa mengambil alih keuntungan paling cepat dan segera membangun aliansi dengan negara dan perusahaan yang punya kekuatan dalam bidang ini, akan berada di atas angin.

Saat hal itu telah terjadi, maka batas antara lembaga keuangan, mata uang kripto, masyarakat dan perusahaan akan sangat tipis.

Berbeda dengan internet yang pada awal kemunculannya mendapat dukungan penuh dari pemerintah pada berbagai sektor termasuk infrastruktur. Cryptocurrency terkesan tidak mendapat perhatian tersebut. Pengembangannya hanya terbatas pada sektor swasta dan komunitas yang menggelutinya.

Padahal, menurut Marion cryptocurrency juga memerlukan perhatian tersebut. Pengembangan masa depan cyrptocurrency demi sistem finansial yang lebih baik perlu dukungan penuh dari sisi infrastruktur dan sosialisasi. Jika hal ini mampu tercipta, maka diperkirakan masa depan cryptocurrency akan cerah serta mampu memberikan manfaat bagi dunia.

Sebuah penelitian dari Deuthche Bank menyatakan bahwa hampir dua per tiga dari 3600 orang di Italia, Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Tiongkok lebih suka menggunakan alat pembayaran dengan sistem murni digital. Beberapa sistem tersebut antara lain seperti kartu kredit dan kartu debit.

Sedangkan sisanya masih khawatir dengan keamanan dan privasi sistem pembayaran tersebut. Menurut Marion, hal ini lah yang bisa ditutupi oleh cryptocurrency. Masa depan cryptocurrency menawarkan sistem yang lebih aman karena mata uang kripto dienkripsi dengan sangat aman sehingga hanya yang benar – benar memiliki lah yang dapat menggunakannya.

Untuk masalah privasi, saya kira hal di atas juga sudah menjawabnya. Apalagi cryptocurrency juga mendukung penggunaan satu kali. Sehingga keamanannya lebih terjamin.

Marion memperkirakan bahwa, jika ditinjau dari kecepatan pertambahan pengguna internet di masa ini, serta dibarengi dengan melonjaknya penggunaan dompet digital maka bukan tidak mungkin pengguna aset cryptocurrency akan melonjak hingga angka 200 juta orang pada tahun 2030. Tentunya dengan dukungan penuh dari pemerintah.

Tantangan

Namun terangnya masa depan cyptocurrency memiliki banyak sekali tantangan. Kendati mempunyai banyak kelebihan, perkembangan cryptocurrency tetap saja masih cukup rawan. Kebergantungannya pada teknologi juga dapat membuat cryptocurrency sulit mendapatkan kepercayaan masyarakat terutama di kalangan bawah.

Salah satu tantangan yang harus mampu dijawab adalah ketersediaan listrik. Tidak bisa dipungkiri listrik menjadi bagian besar dari peradaban maju abad 21. Oleh sebab itu, pasokan energy listrik harus benar – benar terjaga dengan memikirkan dampak lingkungan tentunya.

Padamnya infrastruktur cryptocurrency bisa menjadi mimpi buruk bagi para investor bahkan bagi perekonomian dunia di masa depan. Hal ini akan menjadi lebih parah jika terjadi secara masif.

Selain listrik, hal lain yang patut diwaspadai adalah perubahan iklim dan bencana alam. Khusus untuk perubahan iklim, hal ini sudah banyak dibahas dalam berbagai forum diskusi. Ancamannya nyata dan dapat mempengaruhi berbagai sektor termasuk ekonomi dan dapat berdampak pada masa depan cryptocurrency.

Bencana alam yang sulit diprediksi juga dapat menjadi ancaman besar bagi masa depan cryptocurrency. Hubungannya dengan infrastruktur, bencana alam dapat merusak infrastruktur dengan tingkat kerusakan mengerikan. Ini harus diantisipasi jika ingin masa depan cryptocurrency tetap cerah dan meraih kepercayaan masyarakat.

Selain ancaman – ancaman di atas, dunia juga telah digemparkan dengan peretasan yang berhubungan dengan mata uang kripto. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2018 yang dialami oleh perusahaan Jepang. Saat itu, situs dagang bernama Coincheck mengaku telah kehilangan hingga Rp 7,1 T akibat ulah hacker.

Kasus pencurian digital ini menjadi kasus terbesar sejak 2014 dimana Mt Gox melaporkan pencurian bitcoin sebesar US$400 juta. Coincheck juga mengatakan bahwa sang hacker juga turut mengambil simpanan nasabah NEM, salah satu mata uang digital yang kurang terkenal.

Padahal, jika ditelisik, Coincheck merupakan perusahaan mata uang cryptocurrency ternama yang memiliki kredibilitas baik. Akan tetapi tetap saja, tidak ada sistem yang aman. Pada akhirnya, kasus – kasus pembobolan akan terus terjadi dan menjadi tantangan tersendiri bagi masa depan cryptocurrency.

Skenario masa depan cryptocurrency

Dengan besarnya potensi serta tantangan yang dimiliki mata uang kripto. Maka ada beberapa skenario yang mungkin terjadi pada masa depan cryptocurrency. Diantaranya adalah :

1.    Menjadi komoditi standar

Di masa depan, cryptocurrency sangat mungkin untuk menjadi komoditas standar di dunia. Perkembangan cryptocurrency terutama bitcoin diperkirakan akan semakin menarik lebih banyak investor untuk terjun di dalamnya.

Cryptocurrency mungkin akhirnya akan mendapatkan kedudukan seperti logam mulia pada umumnya. Menjadikannya aset investasi yang menjangkau masyarakat lebih luas dan memiliki legalitas yang jelas.

2.    Cryptocurrency menjadi mata uang cadangan dunia

Skenario selanjutnya adalah dunia akan terus bertahan dengan sistem uang fisik. Lalu bagaimana nasib mata uang kripto? Mata uang ini mungkin hanya akan menjadi alat pembayaran cadangan seperti yang telah terjadi saat ini meskipun tidak menjadi mayoritas.

Bagaimana caranya? Dengan kelebihan – kelebihan yang dimiliki mata uang kripto saat ini, masyarakat dapat mempelajari dan kemungkinan akan tertarik untuk terjun ke dalamnya. Namun untuk melakukan hal ini dibutuhkan sosialisasi yang masif dengan bantuan segala kalangan termasuk pemerintah.

Selanjutnya, besar kemungkinan negara pun akan mengkonversi sebagian kekayaannya ke bentuk mata uang kripto. Hal ini terjadi atas dasar pertimbangan positif dan negatif dari mata uang kripto.

Jika hal tersebut terjadi, maka transaksi mata uang kripto akan menjadi lebih mudah. Negara – negara tidak akan menggunakan aturan sendiri dan otomatis menghilangkan batas – batas negara dalam hal ekonomi.

Pada akhirnya pemerintah pun akan mengikuti aturan main dari cryptocurrency. Bisnis akan dijalankan dengan menggunakan instrument ini. Tentunya kondisi ekonomi dunia akan berubah, dan membutuhkan adaptasi bagi para pelakunya.

Menggunakan cryptocurrency terutama bitcoin juga dapat berdampak baik pada perekonomian dunia. Hal ini menghindarkan negara – negara dari kerugian – kerugian yang diakibatkan oleh mata uang konvensional yang lebih rawan inflasi.

Seperti yang telah kita ketahui, inflasi telah dialami beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya begitu masif, bahkan terasa hingga ke kalangan masyarakat paling dalam.

3.    Hancurnya bitcoin, hancurnya cryptocurrency

Tidak hanya menjadi harapan baik, masa depan cryptocurrency bisa menjadi sangat buruk. Bahkan kehancuran bisa saja terjadi. Banyak analis tradisional mengatakan bahwa cryptocurrency adalah proyek yang bisa gagal kapan saja. Kemungkinannya sangat besar dengan rawannya industri mata uang ini.

Kemungkinan ini muncul dari pendapat analis bahwa pasar ini hanya dibangun dengan dasar spekulasi. Kepastian mengenai mata uang kripto masih sangat labil. Kehancuran bisa terjadi kapan saja.

Akan tetapi jika dilihat fakta saat ini. Kehancuran mata uang kripto masih aman. Setidaknya masa depan cryptocurrency masih aman hingga 10 tahun mendatang.

Infrastruktur aset yang masih dan terus solid, jaringan mata uang digital yang tidak berhenti bahkan terus berkembang, dan pengguna yang masih terus melakukan transaksi menjadi dasar bahwa masa depan cryptocurrency masih aman.

Pada akhirnya masa depan cryptocurrency akan sangat bergantung pada para pelakunya dan kondisi ekonomi dunia. Hal – hal tidak terprediksi bisa saja terjadi dan menyebabkan masyarakat secara masif beralih ke mata uang digital. Atau bahkan meninggalkannya secara total.