Bisnis ternak ayam potong memang bukanlah jenis bisnis yang baru. Bisnis ini sudah banyak dijalankan dari generasi ke generasi. Meski termasuk jenis bisnis lama, beternak ayam potong masih punya banyak peminat. Mulai dari entrepreneur muda hingga mereka yang sudah berpengalaman. Alasannya sederhana, selain keuntungan yang besar, kondisi pasar ayam potong juga terbilang selalu stabil.
Nah, jika anda berminat untuk memulai bisnis peternakan ini, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mengingat bisnis ini memerlukan keahlian tersendiri dan juga tentunya kesabaran. Karena anda akan menghadapi makhluk hidup yang penuh dengan kemungkinan. Jadi, bagi anda yang hendak memulai ternak ayam potong, tidak ada salahnya anda menaruh perhatian pada hal-hal berikut ini.
Hal yang harus diperhatikan saat beternak ayam potong
Kesuksesan beternak ayam potong umumnya tergantung bagaimana anda mengawalinya. Ini artinya anda harus membuat persiapan dan start yang baik. Karena setelah berjalan beberapa waktu, beternak ayam potong bukanlah hal yang susah. Setidaknya setelah anda menerapkan beberapa persiapan berikut ini.
1. Lahan dan kandang
Dalam usaha ternak ayam potong, lahan dan kandang adalah hal penting yang harus diperhatikan. Jangan sampai nantinya ayam-ayam anda ditempatkan di kandang yang sempit. Karena hal ini bisa mempengaruhi kesehatan ayam. Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. Begitu pula dengan lahan, pastikan luasnya cukup bagi ayam untuk bergerak dan beraktivitas.
2. Ayam
Hal yang paling utama tentu saja ayam itu sendiri. Untuk pemula, belilah bibit ayam potong atau yang juga dikenal dengan ayam broiler sesuai dengan modal anda. Jangan terlalu banyak dulu untuk mempermudah perawatan. Tapi juga jangan terlalu sedikit agar keuntungan yang didapatkan tidak tanggung. Umumnya pebisnis ayam potong memulai dengan 200 anak ayam dan memanennya 2 bulan kemudian.
c
3. Ketersediaan pakan dan vaksin
Setelah ayam tersedia, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan pokoknya berupa pakan ayam. Di awal masa bisnis ini, disarankan untuk menyediakan pakan lebih banyak. Karena mungkin anda masih belum bisa memperkirakan kebutuhan hariannya. Sehingga ayam-ayam anda tidak akan kekurangan makanan yang berpotensi meningkatkan persentase kematian.
Sedangkan untuk vaksin, biasanya lebih dibutuhkan untuk ayam yang masih muda. Karena ayam kecil lebih beresiko terkena penyakit. Namun bukan berarti ayam dewasa tidak bisa sakit. Tetap pantau kondisi kesehatan ayam dan jangan lupa diberi vaksin. Penggunaan vaksin selain menjaga kesehatan juga meningkatkan kemungkinan ternak ayam lebih cepat panen..
4. Perencanaan keuangan
Selain hal-hal teknis seperti di atas, jangan lupakan juga analisa keuangan ternak ayam potong milik anda. Seperti halnya bisnis di bidang lain, beternak ayam potong juga membutuhkan perencanaan yang matang. Apalagi bisnis ini memiliki banyak ketidakpastian seperti tingkat kematian ayam yang tidak menentu, harga pakan, dan lain-lain.
5. Ketersediaan alat
Tidak hanya kandang, alat-alat pendukung untuk beternak juga sangat dibutuhkan. Penggunaan alat untuk beternak seperti sudah sebuah keharusan dalam ternak ayam potong modern. Di awal, belilah alat-alat pokok seperti wadah pakan dan minum serta brooder untuk menjaga suhu ayam (terutama ayam kecil) tetap hangat. Sedangkan untuk alat lain bisa dicicil sambil berjalan jika modal memang belum memungkinkan.
Dari beberapa poin di atas, terlihat bahwa untuk mengawali bisnis ini sebenarnya tidak terlalu susah asal modalnya mencukupi. Sedangkan dalam perjalanannya nanti, mungkin anda akan menemukan beberapa hambatan. Seperti ayam sakit, jumlah kematian di luar perkiraan, dan lain-lain. Dari masalah tersebut anda bisa belajar dan membuat bisnis anda lebih besar lagi.
Dengan keuntungan yang cukup besar dan permintaan akan ayam potong yang tinggi sepanjang tahun, bisnis ini tergolong bisnis yang menjanjikan. Jadi bagi anda yang masih bingung harus menjalani bisnis apa, ternak ayam potong bisa jadi solusi paling tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar