Dalam beberapa tahun terakhir, industri game mengalami perkembangan yang amat pesat. Tidak hanya kualitas game yang semakin tinggi, platform baru pun turut muncul meramaikan persaingan. Adalah teknologi cloud game, platform game baru yang memungkinkan penggunanya bermain game tanpa memiliki perangkat mahal. Lantas apa pengertian cloud game itu sendiri? pada artikel kali ini kami akan mengulasnya.
1. Apa itu cloud game?
Cloud Game adalah sebuah teknologi game yang memungkinkan penggunanya bermain game tanpa harus memproses game tersebut di perangkatnya. Hal ini dikarenakan segala proses berat akan dijalankan oleh server. Sedangkan pemain langsung bisa memainkannya secara streaming dengan koneksi internet.
Konsep cloud game sebenarnya memiliki kesamaan dengan streaming video. Hanya saja pada cloud game sedikit lebih rumit karena terdapat kontrol yang dilakukan secara remote atau jarak jauh.
2. Sejarah cloud game
Teknologi cloud game memang terdengar baru, tapi ternyata teknologi ini pertama kali didemonstrasikan pada tahun 2000. Adalah G-Cluster yang memperkenalkan teknologi ini pada ajang E3 saat itu. Lalu selanjutnya Crytek mulai meneliti teknologi cloud game untuk Crysis pada tahun 2005. Sayangnya karena infrastruktur yang belum memadai saat itu, pengembangan pun dihentikan pada tahun 2007.
Setelah sempat terhenti, pada tahun 2010 cloud game kembali muncul ke permukaan. Onlive secara resmi mengkomersilkan teknologi cloud game. Setelah berjalan 5 tahun, Onlive akhirnya menutup layanannya karena hak paten mereka secara resmi dibeli oleh Sony.
3. Mendukung berbagai perangkat
Karena berbasis cloud dan hanya membutuhkan internet untuk menggunakannya, cloud game bisa digunakan di berbagai perangkat. Tidak hanya PC, pemain juga bisa menggunakan smartphone, tablet, hingga Smart TV. Hal ini membuat cloud game menjadi sangat mobile dan bisa dimainkan dimana saja.
4. Layanan penyedia cloud game
Hingga saat ini, sudah banyak layanan yang menyediakan teknologi cloud game. Beberapa perusahaan besar pun sudah turut terjun dalam persaingan pasar cloud game ini. Diantaranya ada NVIDIA dengan GeForce NOW dan Nvidia GRID, Microsoft dengan project Xcloud, dan yang terbaru ada Google dengan Google Stadia.
Selain layanan cloud game dari perusahaan luar negeri, Indonesia juga punya beberapa developer yang mengembangkan teknologi ini. Bahkan beberapa dari mereka sudah mengkomersilkannya, seperti Skyegrid dan Emago. Dua nama ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat pecinta game di Indonesia. Komunitas yang semakin berkembang juga membuat keduanya memiliki prospek cerah di masa depan.
5. Membutuhkan internet dengan bandwidth besar
Meskipun tidak membutuhkan PC dengan spesifikasi tinggi, akan tetapi ada yang harus diperhatikan sebelum bermain game menggunakan cloud game. Tidak hanya sekadar koneksi internet, tapi internet tersebut juga harus cepat dan memiliki bandwidth yang besar.
Hal ini dikarenakan sistem game streaming pada platform ini yang terbilang rumit. Selain harus streaming video pada game, pemain juga harus melakukan kontrol jarak jauh. Jika koneksi internet lambat atau bandwidth tidak memadai, maka akan timbul glitch dan latency. Tentunya kedua hal ini sangat tidak diinginkan karena mengganggu proses permainan.
Umumnya, setiap layanan cloud game sudah mengumumkan syarat minimal koneksi internet untuk memainkannya. Sehingga para pemain bisa mempersiapkan diri sebelum berlangganan.
Itulah pengertian cloud game dan beberapa informasi mengenai teknologi ini. Dengan segala kelebihan dan kemudahannya, bukan tidak mungkin cloud game menjadi masa depan cerah dalam industri game di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar