Akankah Masa Depan Cryptocurrency akan cerah?
Beberapa tahun belakangan ini, dunia
digemparkan dengan cryptocurrency. Salah satu uang digital ini muncul
terdefinisi sebagai aset digital yang juga berfungsi sebagai alat pertukaran.
Kondisi cryptocurrency sendiri sempat naik turun setiap tahunnya. Namun
bagaimana dengan masa depan cryptocurrency?
Puluhan tahun lalu mungkin
masyarakat tidak akan menyangka, bahwa di masa sekarang ini uang akan terdigitalisasi.
Uang yang dulunya berbentuk fisik dan sering kali merepotkan, kini sudah
semakin ditinggalkan. E-Wallet dan uang digital lain berkembang pesat termasuk
salah satunya cryptocurrency.
Akan tetapi sebelum mengulas lebih jauh
tentang masa depan cryptocurrency, mari kita berkenalan dulu dengan aset
digital satu ini.
Apa itu cryptocurrency?
Cryptocurrency adalah mata uang
digital (beberapa negara menganggapnya komditas) yang pembuatannya melalui
proses teknik enkripsi dan dikelola oleh sistem jaringan peer to peer. Karena ini mata uang digital, maka cryptocurrency
tidak punya versi fisiknya. Anda tidak akan menemukan bentu nyata dari
cryptocurrency.
Kelebihan dari cryptocurrency adalah
sangat efisien dalam penyimpanan. Anda hanya membutuhkan smartphone atau gadget
sejenis untuk menyimpannya. Biaya pengiriman pun gratis, dapat dilakukan kapan
saja dan dimana saja karena semuanya dilakukan secara daring. Tidak seperti
uang fisik, resiko kehilangan akan lebih kecil.
Namun meski resiko kehilangan kecil,
anda juga harus tetap berhati – hati dengan cryptocurrency anda. Ancaman
peretasan tetap ada sehingga keamanan penyimpanan di internet juga tetap harus
ditingkatkan.
baru booming dalam beberapa tahun terakhir, nyatanya cryptocurrency
sudah ada sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu. Mata uang ini terus berkembang
sangat pesat hingga kini sudah memiliki 904 jenis mata uang digital.
Cryptocurrency yang pertama dan yang paling terkenal adalah Bitcoin.
seperti mata uang fisik yang
sifatnya terpusat, cryptocurrency memiliki sifat terdesentralisasi. Sehingga
dengan demikian, cryptocurrency akan menjadi lebih aman. Sifat
terdesentralisasi sendiri memiliki arti bahwa persebaran cryptocurrency
dilakukan melalui sebuah jaringan atau komunitas tanpa adanya pihak ketiga atau
perantara seperti layaknya bank.
ada biaya yang harus
dikeluarkan untuk membayar jasa pihak ketiga seperti halnya uang kertas.
Blockchain
Blockchain adalah platform untuk cyptocurrency. Cryptocurrency sendiri sebenarnya adalah turunan dari kriptografi yang mengarah pada kesepakatan pengguna dan proses penyimpanan dan diamankan oleh sandi. Lalu apa fungsi dari blockchain pada cryptocurrency?
Pada cryptocurrency, blockchain berfungsi untuk menjaga dan mengatur tiap penambahan data yang tersimpan di setiap blok – blok. Blok ini akan saling terhubung dengan membentuk jaringan peer to peer yang terdesentralisasi.
Di dalam blockchain, tiap data disimpan dan tidak dapat lagi diedit. Hal ini akan meningkatkan keamanan dari aset digital crypto karena minim resiko pemalsuan. Teknologi blockchain ini juga yang menambah efisiensi dari mata uang digital dan menjadi masa depan cryptocurrency.
Bitcoin sebagai cryptocurrency paling populer
Di awal sudah dijelaskan bahwa
bitcoin merupakan salah satu jenis cryptocurrency yang paling populer. Bitcoin
juga adalah jenis cryptocurrency yang muncul pertama kali. Bitcoin memiliki
pengaruh yang luar biasa. Bahkan naik turunnya kondisi bitcoin dapat
mempengaruhi harga jenis cryptocurrency lainnya.
Bitcoin sendiri diciptakan pada
tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto (nama ini sebenarnya adalah nama samara).
Beliau berhasil memecahkan persoalan matematika rumit dan menjadikannya mata
uang digital dan dipakai hingga saat ini.
Saat
ini, bitcoin sudah menjadi target para investor dunia yang berani ambil
resiko. Meskipun popularitasnya sedikit menurun beberapa tahun belakangan,
namun investasi bitcoin masih terlihat menggiurkan. Hal ini tak luput dari
fakta bahwa harga bitcoin sangatlah labil. Perubahannya sangat drastis bahkan
dalam waktu beberapa jam saja.
Selain diperjual belikan sebagai instrument
investasi, bitcoin juga dapat berfungsi sebagai mata uang normal. Di internet,
sudah banyak pengguna yang bertransaksi menggunakan bitcoin. Baik itu untuk
membeli sesuatu, menggaji freelancer, dan lain – lain.
Sayangnya dasar hukum bitcoin di
Indonesia sendiri belum jelas alias masih dipertanyakan legalitasnya. Di sini
bitcoin juga belum ditentukan apakah termasuk mata uang atau komoditas.
Sedangkan di Amerika Serikat sendiri, bitcoin sudah dikelompokkan menjadi salah
satu jenis komoditas.
Untuk mendapatkan bitcoin, seseorang
harus membelinya atau melakukan transaksi di platform penyedia. Setelah itu
menyimpannya di penyimpanan cloud atau
bank virtual.
Akan tetapi selain melalui
transaksi, cara umum lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bitcoin adalah
dengan ‘menambang’ bitcoin. Caranya seseorang harus menyelesaikan persoalan
matematika yang sangat kompleks hingga mendapatkan bitcoin dengan jumlah
tertentu.
Penambangan bitcoin juga dikenal
dengan istilah bitcoin mining. Untuk
melakukan ini, dibutuhkan komputer dengan spesifiikasi yang sangat tinggi.
Hingga saat ini, diperkirakan masih 50% bitcoin yang berhasil ditambang dari
kemungkinan jumlah keseluruhan bitcoin yang tersedia.
Melihat angka tersebut, bagaimanakah
masa depan bitcoin? lebih luas lagi, bagaimana masa depan cryptocurrency? Mari
kita bahas pada segmen selanjutnya.
Masa depan cryptocurrency
Sejak awal kemunculannya, perjalanan
cryptocurrency tidak begitu mulus. Banyak kritikan dan ketidakpercayaan yang
datang dari berbagai kalangan. Apalagi jika melihat stabilitasnya sangat
rendah. Selain itu, persebaran yang belum merata dan sulit untuk meratakannya
menjadi kekurangan dari cryptocurrency.
Meskipun memiliki segudang
kelebihan, namun cryptocurrency belum serta merta menggantikan uang fisik yang
sudah puluhan bahkan ratusan tahun bersahabat dengan masyarakat dunia.
Kehadiran cryptocurrency yang baru seumur jagung ini dianggap masih menjadi
bagian kecil dari sistem pembayaran dunia.
Tapi tidak bisa dipungkiri ,bahwa
kehadiran cryptocurrency juga dipandang memiliki prospek sangat cerah oleh
beberapa ahli.
Contohnya pendapat dari Marion
Laboure, seorang Ekonom dari Harvard
University dalam laporan Deutsche
Bank terbaru. Beliau menyatakan bahwa dengan kelebihan mata uang
kriptografi, diperkirakan adopsi dari mata uang ini bisa meningkat hingga 3
kali lipat pada tahun 2030.
Namun hal itu tidak bisa serta merta
terjadi. Beliau juga menyatakan bahwa hal ini bisa tercapai jika mata uang
tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah yang
memiliki wewenang. Marion Laboure berkata bahwa masa depan cryptocurrency bisa
cerah apabila pemerintah memberikan dukungannya layaknya dukungan pada
internet.
Pada beberapa puluh tahun ke depan, tidaklah
mengherankan jika terdapat lebih banyak jenis cryptocurrency yang muncul. Jika
melihat perjalanan selama 11 tahun cryptocurrency tentunya. Saat ini saja,
industri perbankan dari berbagai Negara sedang menguji mata uang kripto yang
mereka kembangkan sendiri.
Masa depan cryptocurrency juga dapat
menggambarkan perang digital dalam beberapa tahun ke depan. Lanjut Marion, negara
mana yang bisa mengambil alih keuntungan paling cepat dan segera membangun
aliansi dengan negara dan perusahaan yang punya kekuatan dalam bidang ini, akan
berada di atas angin.
Saat hal itu telah terjadi, maka
batas antara lembaga keuangan, mata uang kripto, masyarakat dan perusahaan akan
sangat tipis.
Berbeda dengan internet yang pada
awal kemunculannya mendapat dukungan penuh dari pemerintah pada berbagai sektor
termasuk infrastruktur. Cryptocurrency terkesan tidak mendapat perhatian
tersebut. Pengembangannya hanya terbatas pada sektor swasta dan komunitas yang
menggelutinya.
Padahal, menurut Marion
cryptocurrency juga memerlukan perhatian tersebut. Pengembangan masa depan
cyrptocurrency demi sistem finansial yang lebih baik perlu dukungan penuh dari
sisi infrastruktur dan sosialisasi. Jika hal ini mampu tercipta, maka diperkirakan
masa depan cryptocurrency akan cerah serta mampu memberikan manfaat bagi dunia.
Sebuah
penelitian dari Deuthche Bank
menyatakan bahwa hampir dua per tiga dari 3600 orang di Italia, Jerman,
Inggris, Amerika Serikat dan Tiongkok lebih suka menggunakan alat pembayaran dengan
sistem murni digital. Beberapa sistem tersebut antara lain seperti kartu kredit
dan kartu debit.
Sedangkan sisanya masih khawatir
dengan keamanan dan privasi sistem pembayaran tersebut. Menurut Marion, hal ini
lah yang bisa ditutupi oleh cryptocurrency. Masa depan cryptocurrency menawarkan
sistem yang lebih aman karena mata uang kripto dienkripsi dengan sangat aman
sehingga hanya yang benar – benar memiliki lah yang dapat menggunakannya.
Untuk masalah privasi, saya kira hal
di atas juga sudah menjawabnya. Apalagi cryptocurrency juga mendukung
penggunaan satu kali. Sehingga keamanannya lebih terjamin.
Marion memperkirakan bahwa, jika
ditinjau dari kecepatan pertambahan pengguna internet di masa ini, serta
dibarengi dengan melonjaknya penggunaan dompet digital maka bukan tidak mungkin
pengguna aset cryptocurrency akan melonjak hingga angka 200 juta orang pada
tahun 2030. Tentunya dengan dukungan penuh dari pemerintah.
Tantangan
Namun terangnya masa depan
cyptocurrency memiliki banyak sekali tantangan. Kendati mempunyai banyak
kelebihan, perkembangan cryptocurrency tetap saja masih cukup rawan. Kebergantungannya
pada teknologi juga dapat membuat cryptocurrency sulit mendapatkan kepercayaan
masyarakat terutama di kalangan bawah.
Salah satu tantangan yang harus
mampu dijawab adalah ketersediaan listrik. Tidak bisa dipungkiri listrik menjadi
bagian besar dari peradaban maju abad 21. Oleh sebab itu, pasokan energy listrik
harus benar – benar terjaga dengan memikirkan dampak lingkungan tentunya.
Padamnya infrastruktur cryptocurrency
bisa menjadi mimpi buruk bagi para investor bahkan bagi perekonomian dunia di
masa depan. Hal ini akan menjadi lebih parah jika terjadi secara masif.
Selain listrik, hal lain yang patut
diwaspadai adalah perubahan iklim dan bencana alam. Khusus untuk perubahan
iklim, hal ini sudah banyak dibahas dalam berbagai forum diskusi. Ancamannya
nyata dan dapat mempengaruhi berbagai sektor termasuk ekonomi dan dapat
berdampak pada masa depan cryptocurrency.
Bencana alam yang sulit diprediksi
juga dapat menjadi ancaman besar bagi masa depan cryptocurrency. Hubungannya
dengan infrastruktur, bencana alam dapat merusak infrastruktur dengan tingkat
kerusakan mengerikan. Ini harus diantisipasi jika ingin masa depan
cryptocurrency tetap cerah dan meraih kepercayaan masyarakat.
Selain ancaman – ancaman di atas,
dunia juga telah digemparkan dengan peretasan yang berhubungan dengan mata uang
kripto. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2018 yang dialami oleh perusahaan
Jepang. Saat itu, situs dagang bernama Coincheck mengaku telah kehilangan
hingga Rp 7,1 T akibat ulah hacker.
Kasus pencurian digital ini menjadi
kasus terbesar sejak 2014 dimana Mt Gox melaporkan pencurian bitcoin sebesar
US$400 juta. Coincheck juga mengatakan bahwa sang hacker juga turut mengambil simpanan nasabah NEM, salah satu mata
uang digital yang kurang terkenal.
Padahal, jika ditelisik, Coincheck
merupakan perusahaan mata uang cryptocurrency ternama yang memiliki
kredibilitas baik. Akan tetapi tetap saja, tidak ada sistem yang aman. Pada
akhirnya, kasus – kasus pembobolan akan terus terjadi dan menjadi tantangan
tersendiri bagi masa depan cryptocurrency.
Skenario masa depan cryptocurrency
Dengan besarnya potensi serta tantangan yang dimiliki mata uang kripto. Maka ada beberapa skenario yang mungkin terjadi pada masa depan cryptocurrency. Diantaranya adalah :
1. Menjadi komoditi standar
Di masa depan, cryptocurrency sangat mungkin untuk menjadi komoditas standar di dunia. Perkembangan cryptocurrency terutama bitcoin diperkirakan akan semakin menarik lebih banyak investor untuk terjun di dalamnya.
Cryptocurrency mungkin akhirnya akan mendapatkan kedudukan seperti logam mulia pada umumnya. Menjadikannya aset investasi yang menjangkau masyarakat lebih luas dan memiliki legalitas yang jelas.
2. Cryptocurrency menjadi mata uang cadangan dunia
Skenario selanjutnya adalah dunia akan terus bertahan dengan sistem uang fisik. Lalu bagaimana nasib mata uang kripto? Mata uang ini mungkin hanya akan menjadi alat pembayaran cadangan seperti yang telah terjadi saat ini meskipun tidak menjadi mayoritas.
Bagaimana caranya? Dengan kelebihan – kelebihan yang dimiliki mata uang kripto saat ini, masyarakat dapat mempelajari dan kemungkinan akan tertarik untuk terjun ke dalamnya. Namun untuk melakukan hal ini dibutuhkan sosialisasi yang masif dengan bantuan segala kalangan termasuk pemerintah.
Selanjutnya, besar kemungkinan negara pun akan mengkonversi sebagian kekayaannya ke bentuk mata uang kripto. Hal ini terjadi atas dasar pertimbangan positif dan negatif dari mata uang kripto.
Jika hal tersebut terjadi, maka transaksi mata uang kripto akan menjadi lebih mudah. Negara – negara tidak akan menggunakan aturan sendiri dan otomatis menghilangkan batas – batas negara dalam hal ekonomi.
Pada akhirnya pemerintah pun akan mengikuti aturan main dari cryptocurrency. Bisnis akan dijalankan dengan menggunakan instrument ini. Tentunya kondisi ekonomi dunia akan berubah, dan membutuhkan adaptasi bagi para pelakunya.
Menggunakan cryptocurrency terutama bitcoin juga dapat berdampak baik pada perekonomian dunia. Hal ini menghindarkan negara – negara dari kerugian – kerugian yang diakibatkan oleh mata uang konvensional yang lebih rawan inflasi.
Seperti yang telah kita ketahui, inflasi telah dialami beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya begitu masif, bahkan terasa hingga ke kalangan masyarakat paling dalam.
3. Hancurnya bitcoin, hancurnya cryptocurrency
Tidak hanya menjadi harapan baik, masa depan cryptocurrency bisa menjadi sangat buruk. Bahkan kehancuran bisa saja terjadi. Banyak analis tradisional mengatakan bahwa cryptocurrency adalah proyek yang bisa gagal kapan saja. Kemungkinannya sangat besar dengan rawannya industri mata uang ini.
Kemungkinan ini muncul dari pendapat analis bahwa pasar ini hanya dibangun dengan dasar spekulasi. Kepastian mengenai mata uang kripto masih sangat labil. Kehancuran bisa terjadi kapan saja.
Akan tetapi jika dilihat fakta saat ini. Kehancuran mata uang kripto masih aman. Setidaknya masa depan cryptocurrency masih aman hingga 10 tahun mendatang.
Infrastruktur aset yang masih dan terus solid, jaringan mata uang digital yang tidak berhenti bahkan terus berkembang, dan pengguna yang masih terus melakukan transaksi menjadi dasar bahwa masa depan cryptocurrency masih aman.
Pada akhirnya masa depan cryptocurrency akan sangat bergantung pada para pelakunya dan kondisi ekonomi dunia. Hal – hal tidak terprediksi bisa saja terjadi dan menyebabkan masyarakat secara masif beralih ke mata uang digital. Atau bahkan meninggalkannya secara total.